
Kelangkaan elpiji 3 kg terus menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Barat. Menanggapi hal ini, anggota DPRD Jawa Barat, Christin Novalia, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan pasokan elpiji tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Menurut Christin, gas elpiji 3 kg adalah kebutuhan pokok bagi banyak rumah tangga serta pelaku usaha kecil dan menengah. Kelangkaan dan harga yang tidak stabil bisa berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada gas subsidi untuk berjualan makanan dan kebutuhan sehari-hari.
“Masyarakat sangat membutuhkan elpiji 3 kg ini. Pemerintah harus menjamin ketersediaannya dan memastikan distribusinya merata agar tidak terjadi kelangkaan di beberapa wilayah,” ujar Christin, Senin (3/2/2025).
Selain itu, ia menyoroti larangan pemerintah terkait penjualan gas elpiji 3 kg di pengecer. Diketahui, semua gas 3 kg saat ini hanya boleh dibeli di pangkalan yang terdaftar secara resmi.
Sebelumnya, pemerintah telah menghentikan penjualan liquefied petroleum gas atau elpiji 3 Kg untuk pengecer. Masyarakat kini hanya bisa membeli gas melon itu di pangkalan resmi Pertamina.
“Tentu ini memberatkan masyarakat kecil. Banyak warga yang mengeluhkan mereka harus menempuh jarak yang tidak dekat untuk menuju pangkalan. Belum lagi antrean panjang dan ketidakpastian untuk mendapatkan gas tersebut menambah beban masyarakat,” terang legislator PDI Perjuangan tersebut.
Christin berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi terhadap kondisi saat ini.
“Kami juga mendorong adanya sanksi tegas bagi pihak yang menimbun atau mempermainkan harga elpiji 3 kg. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keadilan bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi ini,” tegasnya.
Sumber : Hasanah.id






