
Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memastikan stok beras di Majalengka aman. Terlebih, sebagian besar lahan padi di kota berjuluk angin ini memasuki masa panen raya pada Maret-April 2021.
“Saya sebagai bupati belum tertarik menghadirkan beras dari luar, mengingat kita di Majalengka masih cukup stok berasnya,” ucap Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Rabu (24/3/2021).
Bupati khawatir jika Kementerian Perdagangan tetap melakukan impor, harga beras di petani lokal menjadi anjlok. Bahkan, kata dia, wacana impor beras berimbas pada harga gabah di Majalengka yang sudah mulai turun.
Bila impor beras tersebut tetap dilakukan, lanjutnya, beras dari luar negeri itu seharusnya diberikan kepada daerah yang bukan penghasil beras atau daerah yang kekurangan stok beras.
“Saya khawatir harga beras anjlok kalau impor diterima. Kita manfaatkan dulu beras dari petani lokal, makanya saya kurang tertarik soal impor beras tersebut. Biar berikan saja (beras impor) kepada daerah yang kurang beras,” ujarnya.
Selain itu, Karna juga meminta kepada ASN di Kabupaten Majalengka untuk menggunakan beras yang berasal dari petani lokal. Dia juga mendorong Bulog untuk bisa membeli beras petani lokal dengan harga yang sesuai standar dan menjualnya ke masyarakat dengan harga standar.
“Makanya kita akan minta Bulog untuk membeli beras petani dengan harga yang standar, juga dijual dengan harga yang standar. Saya juga dapat laporan dari Kepala Dinas Pertanian agar ASN menggunakan beras produksi lokal petani Majalengka,” jelasnya. (*)
Sumber: timesindonesia.co.id












