
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan memimpin langsung kegiatan kerja bakti bersama Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPC PDI Perjuangan Garut, membersihkan sampah di DAS Cimaragas, Jalan Papandayan, Kampung Dayeuhandap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (23/7/22).
Yudha Puja Turnawan tampak terjun langsung membersihkan sampah yang menyumbat di bagian gorong-gorong DAS Cimaragas tersebut bersama tim Baguna.
Yudha Puja Turnawan mengatakan, kerja bakti membersihkan sampah di DAS Cimaragas ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukannya bersama Baguna DPC PDI Perjuangan Garut.
“Kebetulan sebentar lagi pada tanggal 27 Juli, diperingati sebagai Hari Sungai Nasional, kemudian beberapa wilayah di kabupaten Garut pada Jumat (15/07) malam lalu, mengalami musibah banjir,” ujar Legislator PDI Perjuangan itu.
Komitmen Yudha Puja Turnawan bersama Baguna membersihkan sampah di sejumlah DAS Kabupaten Garut ini tak lain adalah untuk menyadarkan masyarakat, bahwa akibat tumpukan sampah bisa menyebabkan berbagai macam masalah.
Salah satu penyebab kenapa banjir yang terjadi di Garut begitu merusak, salah satunya akibat tumpukan sampah yang terakumulasi dengan faktor lain.
Faktor lain itu adalah minimnya pohon tegakan di wilayah hulu sehingga menyebabkan erosi tinggi. Yang pada akhirnya debit air besar tidak tertahan mengalir ke wilayah hilir. Kemudian ditambah dengan kondisi di wilayah hilir yang dipenuhi sampah sehingga menyebabkan banjir yang besar.
“Adanya erosi, minimnya tanaman tegakkan sehingga ketika musim penghujan, debit air tidak tertahan tanaman tegakkan langsung meluncur, masuk ke Daerah Aliran Sungai dengan deras,” katanya.
Dengan kata lain, banjir yang terjadi di Kabupaten Garut tak semata-mata disebabkan karena faktor alam, namun juga karena faktor kelalaian manusia, yaitu salah satunya kebiasaan buang sampah sembarangan.
Maka dari itu Yudha ingin mengajak masyarakat sadar agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.
Tak hanya banjir, tentunya akibat masalah sampah ini akan menimbulkan masalah yang jauh lebih besar terutama terhadap biota laut. Dimana ikan yang menjadi salah satu sumber protein bagi manusia akan dicemari oleh sampah yang hanyut ke laut.
“Jadi harus dibangun kesadaran, bahwasannya membuang sampah ke sungai tidak hanya menyebabkan banjir, namun juga akan mengancam lingkungan yang nyata. yaitu menumpuknya sampah plastik di lautan, yang kemudian dikonsumsi oleh ikan, (Mikroplastik) kemudian ikan dikomsumsi oleh kita yang tentunya bisa menyebabkan penyakit, makanya kita harus bangun kesadaran,” jelasnya.
Di samping mengingatkan masyarakat, Yudha juga mengingatkan agar pemerintah daerah bisa serius menangani masalah banjir yang terjadi berulang di Kabupaten Garut.
Faktor kerusakan alam di wilayah hulu sungai dan masalah sampah di hilir ini diharapkan dapat dicarikan solusi konkret oleh Pemerintah Daerah.
Sumber: radargarut.jabarekspres.com












