
Pendidikan kader pratama penggalangan dan penguasaan terotorial kembali dilaksanakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Senin (14/11/2022) hingga Rabu (16/11/2022) di Aula Yayasan Putra Bahagia Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Wakil Ketua Bidang Pemenangan DPD PDI Perjuangan Provinsi Jabar, Mochtar Muhamad, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Idiologi H. Tom Maskun, Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Cianjur, Dadang Sutarmo.
Ketua DPC PDI Perjuangan Susilawati membenarkan jika pihaknya tengah melaksanakan program partai pendidikan kader pratama dan penggalangan serta penguasaan terotorial (PKPPPT). Progam partai ini, akan diikuti oleh seluruh pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ada diwilayah daerah pemilihan (Dapil) V dan pengampu, selama tiga hari.
“Sebelumnya wilayah davil 1, 2, 3 dan 4 sudah melaksanakan pendidikan kader pratama dan penggalangan serta penguasaan terotorial ini. Pendidikan kader pratama tersebut, merupakan yang terakhir kalinya dan diikuti sebanyak 100 orang peserta. Hanya memang ada satu lagi pengkaderan khusus perempuan yang belum, Insya Allah akan dilaksanakan bulan depan Desember 2022 mendatang,” kata Susilawati kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).
Pendidikan kaderisasi ini, lanjut Susilawati yang diikuti oleh PAC, ranting dan anak ranting ini dari tingkat desa hingga RT, dari berbagai daerah wilayah V ini. Sebagai wujud 5 mantap program PDI Perjuangan untuk menjadi partai besar dan moderen.
“Kelima mantap tersebut, yanki mantap idiologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program dan mantap sumberdaya manusia. Sebagai partai pelopor, PDI Perjuangan harus solid dengan 5 program disiplin yaitu disiplin idiologi, disiplin teori dan pemikiran, disiplin organisasi, displin tindakan dan gerakan,” tegasnya.
Pasalnya, kata Susilawati,PDI Perjuangan memiliki sejarah perjalanan yang cukup panjang. Makanya didalam pendidikan kaderisasi ini, akan membahas sejarah partai PDI Perjuangan yang lengkap berserta visi dan misinya, stuktur kepengurusan dan keiikutsertaan didalam Pemilu diwilayah Kabupaten Cianjur.
“Sejarah Partai PDIP tidak terlepas deri Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Soekarno pada tahun 1927. Kebijakan pungsi partai politik pada masa orde baru dianggap sebagai awal mulanya terbentuk PDIP pada tanggal 27 Pebruari 1970. Saat itu, Presiden Suharto mengundang lima pimpinan partai politik, satu diantaranya PNI,” pungkasnya.
Sumber: pakuanraya.com












