
Kebutuhan infrastruktur di Jawa Barat masih tetap tinggi di tahun 2024 mendatang. Dari mulai infrastruktur jalan, jembatan sampai dengan penunjang pertanian.
Hal ini disampaikan anggota komisi IV DPRD Jabar, Hj. Iis Turniasih dalam setiap dialognya dengan masyarakat termasuk saat melakukan interaksi dengan masyarakat untuk menampung aspirasi yang menjadi bahan pembahasannya di legislatif.
Menurut Iis, kebutuhan infrastruktur di masyarakat tergolong masih tinggi. Di antaranya akses-akses jalan yang butuh perbaikan termasuk peningkatan kualitas.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, infrastruktur masih banyak yang harus dikerjakan, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan akan terlihat sekali dampaknya,” ungkap Iis Turniasih saat dikonfirmasi, Senin 11 Desember 2023.
Saat ini diketahui jika akses jembatan di wilayah Provinsi Jawa Barat lebih dari 70% kondisinya sudah perlu direkonstruksi. Karena dari sisi usia dan konstruksinya sudah rentan dan tidak cukup hanya perbaikan ringan saja.
“Jadi harus bongkar dan bikin konstruksi baru,” ujarnya.
Namun dari KUA-PPAS Pemprov Jabar, ada penambahan anggaran untuk pekerjaan jalan dan jembatan yang sebelumnya kurang dari 1 triliun, menjadi sekitar Rp 1,6 triliun untuk tahun 2024.
Jumlah tersebut dinilai baru bisa menutupi sebagian kebutuhan infrastruktur saja. “Karena harus menyesuaikan juga dengan kondisi APBD Provinsi,” tuturnya.
Selain itu, kebutuhan infrastruktur di sektor pertanian juga sangat dibutuhkan untuk mempermudah akses ke wilayah-wilayah produksi. Sejauh ini pekerjaan infrastruktur lebih terkonsentrasi untuk akses-akses ke pusat perekonomian termasuk pariwisata.
“Ke pusat-pusat produksi belum terlalu signifikan,” katanya.
Selain soal kondisi jalan, kondisi penerangan pun menurutnya masih banyak yang harus dibenahi. Karena tidak sedikit jalur-jalur di Jalan Provinsi yang kondisinya masih gelap.
“Baik itu karena PJU-nya rusak, atau yang belum ada sama sekali,” terangnya.
Selain itu infrastruktur irigasi untuk menunjang pertanian pun menurutnya masih belum optimal. Padahal irigasi sangat dibutuhkan oleh para petani untuk mengoptimalkan hasil pertanian.
“Ya ke depannya kita dorong infrastruktur penunjang pertanian juga bisa lebih baik ke depannya,” ucapnya.
Sumber : Hasanah.id






