
KOTA BANDUNG,- Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Prof Mahfud MD menyampaikan orasi ilmiah di acara hari anti korupsi dunia, di Hotel Preanger Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (9/12/2023).
Dalam kesempatan tersebut Mahfud mengatakan dari catatan Transparency International Indonesia (TII) bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2022 berada di skor 34 atau turun empat poin dari tahun sebelumnya.
Saat ini, Indonesia menempati peringkat 110 dari 180 negara yang dilibatkan.
Penurunan IPK Indonesia pada tahun ini dinilai sangat drastis, buntut dari revisi undang-undang KPK pada 2019.
“Peringatan hari anti korupsi adalah momen yang pas untuk melakukan refleksi, bagaimana situasi korupsi di Indonesia sekarang,” ujar Menkopolhukam ini.
Turunnya IPK Indonesia dalam penanganan korupsi, kata dia, tidak terjadi secara tiba-tiba.
“Ini sebenarnya tidak tiba-tiba, diawali dengan upaya pelemahan KPK melalui revisi undang-undang KPK pada tahun 2019 yang mengundang protes besar dari berbagai kalangan,” katanya.
Penurunan empat poin saja, kata dia, menjadi rapor negatif. Sebab, untuk menaikkan satu poin saja, sangat sulit.
“Menaikkan satu poin saja, itu susahnya bukan main, tiba-tiba turunnya empat, itu pasti ada sesuatu yang luar biasa, jadi pada saat itu indeks persepsi korupsi kita turun,” ucapnya.
Mahfud pun menyebut jika korupsi dapat merusak, bahkan menghancurkan berbagai sendi kehidupan manusia di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
“Korupsi merusak demokrasi, merusak birokrasi merusak aparat penegak hukum, bahkan juga merusak kehidupan agama dan berkeyakinan karena sering orang korupsi itu mencari dalil-dalil agama untuk membenarkan,” tandasnya. (*)







