• HOME
  • PARTAI
    • STRUKTURAL
      • DPP
      • DPD
    • AD/ART Partai
  • KABAR JABAR
  • KABAR CABANG
  • KABAR NASIONAL
  • SUARA FRAKSI
    • DPR RI
    • DPRD JABAR
    • KABUPATEN/KOTA
  • MEDIA
    • FOTO
    • VIDEO
PDI PERJUANGAN JAWA BARAT
  • HOME
  • PARTAI
    • STRUKTURAL
      • DPP
      • DPD
    • AD/ART Partai
  • KABAR JABAR
  • KABAR CABANG
  • KABAR NASIONAL
  • SUARA FRAKSI
    • DPR RI
    • DPRD JABAR
    • KABUPATEN/KOTA
  • MEDIA
    • FOTO
    • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • PARTAI
    • STRUKTURAL
      • DPP
      • DPD
    • AD/ART Partai
  • KABAR JABAR
  • KABAR CABANG
  • KABAR NASIONAL
  • SUARA FRAKSI
    • DPR RI
    • DPRD JABAR
    • KABUPATEN/KOTA
  • MEDIA
    • FOTO
    • VIDEO
No Result
View All Result
PDI PERJUANGAN JAWA BARAT
No Result
View All Result
  • Kabar Nasional
  • KABAR JABAR
  • KABAR CABANG
  • DPRD JABAR
  • DPRD KOTA/KAB
  • DPR RI

Dahsyatnya Seorang Perempuan Dengan Kemampuan Literasi

by indera kusuma
20/04/2021
in Headline
0
7
SHARES
146
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Jika R.A. Kartini tidak memiliki kemampuan literasi, maka tidak akan ada buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang isinya sudah menginspirasi banyak Kartini-Kartini lintas generasi hingga masa kini” (Puan Maharani – Ketua DPR RI)

Janganlah mengartikan kata ‘literasi’ secara sempit. Definisi literasi secara sempit memang hanya sekedar mempunyai kemampuan seseorang untuk baca dan tulis. Akan tetapi, jika ditinjau dari asal kata Bahasa Latin dan Inggris, literasi bermakna luas, yaitu lebih kepada kemampuan membaca kata dan membaca dunia dengan menggunakan segenap potensi diri dan skill yang dimiliki serta dipelajari di dalam hidup manusia.

“Kemampuan literasi adalah kemampuan mendasar yang dapat menjadi pijakan bagi seseorang untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun bagi banyak orang” (Puan Maharani)

Jangan pula melihat kekuatan perempuan hanya dari sisi fisiknya, seperti raut jelita, bibir merekah, dan lekuk tubuh memikat. Jika memang melihat kekuatan diri seorang perempuan dari fisiknya, maka tidak mungkin bisa menjadi seorang perempuan kuat.

TerUpdate

Megawati Buka Pelatihan KSB PDI Perjuangan Guna Tingkatkan Kinerja Organisasi Partai; Ini Isinya

Megawati Buka Pelatihan KSB PDI Perjuangan Guna Tingkatkan Kinerja Organisasi Partai; Ini Isinya

17/04/2026
Megawati Ingatkan Kepada Daerah dari PDI Perjuangan Tingkatkan Kinerja

Megawati Ingatkan Kepada Daerah dari PDI Perjuangan Tingkatkan Kinerja

02/04/2026

Begitu juga jika kekuatan perempuan hanya dinilai dari kehebatannya dalam meniti karier yang umumnya dikuasai kaum lelaki. Jadi, rasanya akan banyak perempuan kecewa karena merasa dianggap lemah sebab sepanjang hidup menekuni keahlian yang mungkin hanya dipandang sebelah mata.   

Menilai kekuatan wanita memang suatu hal yang unik, tidak bisa fisik saja atau kecerdasannya saja. Lalu, di mana kekuatan perempuan itu dinilai? 

Berdasarkan penelitian secara keilmuan,  otak kaum perempuan mengandung lebih banyak Protein Bahasa dibandingkan pria. Para ilmuwan mendefinisikan protein foxp2 yang khas sebagai protein yang berperan dalam mempengaruhi kebiasaan berbicara  perempuan.
 
Inilah yang membuat perempuan lebih banyak berkata-kata, lebih banyak ngoceh, baik secara lisan maupun tulisan, karena memang sudah menjadi kebutuhannya. Jika kebutuhan ini  tak dipenuhi malah dapat menyebabkan perempuan menjadi depresi.

Kebutuhan perempuan untuk berbicara, mengeluarkan isi hati dan pikiran lewat verbal bagaikan sisi mata uang yang bersatu pada diri perempuan. Pada satu sisi menjadi kekuatan, sementara di sisi lain menjadi kelemahan.  

Dahsyatnya Kekuatan Kata Seorang Perempuan

Pada seorang perempuan, jika kemampuan verbalnya berjalan seiring dengan kesadaran berliterasi, maka ini akan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat.

Sebaliknya, jika tingkat literasi perempuan rendah, maka yang keluar dari mulutnya hanyalah hal-hal yang tidak bermutu. Inilah yang dapat dikategorikan sebagai perempuan lemah.

Wanita lemah hanya mempunyai kemampuan  untuk mengeluarkan kata-kata atau kalimat yang bermakna keluh kesah, kesedihan, dan kemalangan, tanpa bisa memikirkan apa yang bisa aku perankan untuk dunia ini.

Bisa dibayangkan sekarang, jika perempuan yang secara natural berbicara lebih banyak dari laki-laki tidak dibekali dengan literasi yang cukup? Apalagi di era digital seperti sekarang ini, semua informasi dapat menyebar cepat melalui media digital. Akan mengerikan tentunya!

Sekarang ini lebih banyak kata-kata perempuan yang beredar dalam status atau caption media sosial sehingga  perempuan tanpa melek literasi bisa merusak dirinya sendiri dan tentunya masyarakat. 

Kekuatan perempuan yang secara alamiah memang ada dalam ucapannya justru bisa menjadi bumerang yang siap menikam diri sendiri ketika mengabaikan keberaksaraan.

Dengan demikian literasi digital menjadi penting jika dikaitkan dengan keterampilan teknis dalam mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi melalui media digital.  

Rendahnya literasi,  akan membuat perempuan cenderung menjadi sosok penyebar berita bohong. Ketidakmampuan membedakan mana berita bohong dan mana yang mencerdaskan termasuk akan membuat perempuan lebih rentan jadi penyebar hoaks.

Informasi tanpa disaring, lalu disebarkan kembali dan ditambah dengan bumbu penyedap. Hal ini karena secara naluriah perempuan memang membutuhkan untuk berbicara lebih banyak, otomatis berkata lebih banyak. Kalau belum sampai 20.000 kata dalam sehari, belum berhenti ngomong dan nulis. 

Nah, kekuatan perempuan ini akan terpancar saat berliterasi setiap saat dan setiap hari. Pengaruh dari kemampuan berliterasi perempuan kepada masyarakat bisa  signifikan, mengingat perempuan juga banyak berperan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Bisa juga seorang tokoh perempuan yang cerdas tidak pandai dalam berliterasi jika malas belajar dan meningkatkan kemampuan. Literasi yang pada awalnya baik bisa turun ke titik minim. Jadi, bahaya juga bila ada  tokoh perempuan dengan  pengaruh luas di masyarakat tetapi minim literasi. 

Kekuatan perempuan ada di kemampuan literasinya, maka cara untuk mencapai dan mempertahankan kekuatan itu hanyalah dengan belajar. Belajarlah seiring dengan perkembangan zaman agar kemampuan perempuan bisa meningkat dan tidak tertinggal.

Perempuan kuat jika bersatu dan bersatunya perempuan kuat yang berliterasi baik akan menjadi modal untuk mencerdaskan bangsa di era digital. 

Sumber: pdiperjuangan.id

Tags: #PDIPERJUANGANPuan MaharaniRA. Kartini

BeritaTerkait

Megawati Buka Pelatihan KSB PDI Perjuangan Guna Tingkatkan Kinerja Organisasi Partai; Ini Isinya
DPP PDI Perjuangan

Megawati Buka Pelatihan KSB PDI Perjuangan Guna Tingkatkan Kinerja Organisasi Partai; Ini Isinya

17/04/2026
Megawati Ingatkan Kepada Daerah dari PDI Perjuangan Tingkatkan Kinerja
Headline

Megawati Ingatkan Kepada Daerah dari PDI Perjuangan Tingkatkan Kinerja

02/04/2026
Megawati Soekarnoputri Serahkan HKI di Klungkung
Headline

Megawati Soekarnoputri Serahkan HKI di Klungkung

02/04/2026
Megawati Soekarnoputri Lakukan Pertemuan dengan Ramos Horta
Headline

Megawati Soekarnoputri Lakukan Pertemuan dengan Ramos Horta

24/03/2026
Idulfitri 1447 H, Megawati Soekarnoputri: Puasa Pertajam Nurani untuk Perjuangkan Keadilan
Headline

Idulfitri 1447 H, Megawati Soekarnoputri: Puasa Pertajam Nurani untuk Perjuangkan Keadilan

23/03/2026
Megawati dan Prabowo Bertemu di Istana, Bahas Geopolitik hingga Masalah Bangsa
Headline

Megawati dan Prabowo Bertemu di Istana, Bahas Geopolitik hingga Masalah Bangsa

20/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS PARLEMEN

  • Anggota Pansus XII DPRD Jabar Christin Novalia Dorong Pelestarian Budaya untuk Generasi Muda di Karawang 22/04/2026
  • Pengawasan Pemerintahan, Christin Novalia Serap Aspirasi Warga di Cibarusah 22/04/2026
  • Nia Purnakania: Semangat Kartini Adalah Fondasi Perempuan Jawa Barat Hadapi Tantangan Global 21/04/2026
  • HOME
  • PARTAI
  • KABAR JABAR
  • KABAR CABANG
  • KABAR NASIONAL
  • SUARA FRAKSI
  • MEDIA

MFCTeam - PDI Perjuangan Jawa Barat © 2021

No Result
View All Result
  • HOME
  • PARTAI
    • STRUKTURAL
      • DPP
      • DPD
    • AD/ART Partai
  • KABAR JABAR
  • KABAR CABANG
  • KABAR NASIONAL
  • SUARA FRAKSI
    • DPR RI
    • DPRD JABAR
    • KABUPATEN/KOTA
  • MEDIA
    • FOTO
    • VIDEO

MFCTeam - PDI Perjuangan Jawa Barat © 2021