
Ada pelaku teror dari kalangan muda, generasi milenial, dan keluarga. Ini sangat menguatirkan dan menyedihkan.
Sebagai Ketua DPR RI dan seorang ibu, Puan Maharani prihatin menanggapi bom bunuh diri oleh terorisme yang terjadi di Makassar dan Markas Besar Kepolisian RI. Memang betul jika dikatakan bahwa terorisme menjadi salah satu ancaman global. Seluruh negara sudah menabuhkan genderang perang melawan terorisme
Kejadian aksi bom bunuh diri dan penyerangan Mabes Polri melibatkan pelaku berusia relatif muda. Karena labil dalam perkembangan psikis, usia muda cukup rentan dihasut ajaran teroris.
Menurut psikolog Nuzula Rahma Tristinarum pembinaan terhadap pelaku lebih sering dilakukan saat usia mereka remaja. Sedangkan usia remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dan merupakan masa krusial terhadap pengaruh dari luar diri. Pada masa remaja ini akan lebih mudah dipengaruhi paham teroris.
Keluarga sebagai lingkungan terdekat anak sebaiknya dapat melindungi dari paparan ajaran terorisme yang menyusup dengan beragam cara, salah satunya melalui dunia maya.
Orang tua dapat membantu pemenuhan kebutuhan psikis anak. Selain mengandalkan komunikasi yang terbuka dengan keluarga, cara lain mencegah anak remaja terhasut paham terorisme adalah melalui pendidikan dan pergaulan.
Pendidikan yang dapat diberikan juga tidak dapat dilimpahkan sepenuhnya pada lembaga pendidikan seperti sekolah. Dalam mendidik anak remaja memang membutuhkan keterampilan khusus, apalagi keadaan sosial politik Indonesia saat ini baru saja diguncang gerakan-gerakan terorisme dan anti NKRI.
Peran orangtua sangat penting memberikan pengaruh dan mengajarkan paham falsafah Pancasila dan NKRI.
Anak yang kurang mendapatkan pengasuhan dari orangtua akan cepat terkontaminasi paham radikalisme. Jadi, hendaknya orangtua jangan sampai lalai dan lengah memberi bimbingan pada anak, terlebih saat ini penggunaan akses internet sudah semakin mudah.
Sekarang ini, perkembangan media sosial membuat lalu lintas paham radikalisme menjadi lebih mudah disebarkan. Inilah salah satu faktor yang membuat paham radikaliseme menjadi lebih gampang mempengaruhi remaja. Penting bagi orang tua dapat memantau penggunaan media sosial pada anaknya.
Anak semakin mudah mengakses internet, sehingga mereka bebas berselancar mencari tahu tentang segala hal yang sebetulnya tidak perlu mereka ketahui.
Poin penting bagi orang tua Indonesia adalah meluangkan waktu bersama anak, bercengkrama di ruang keluarga atau di meja makan. Agar antaranggota keluarga menjadi lebih hangat dan dinamis. Meluangkan waktu untuk anak selain dapat membangun ikatan langsung orang tua-anak, juga bisa cepat mengetahui bila ada perubahan perilaku anak.
Keluarga harus bisa menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggotanya untuk saling asah, asuh, dan asih. Memberi kasih sayang, membina, dan saling membantu. Keluarga perlu memiliki landasan memadai secara agama, sosial, budaya, dan ekonomi agar optimal berperan mendidik anak. Katakan Tidak pada Teroris.
Sumber: pdiperjuangan.id







