
DPD PDI-Perjuangan Jawa Barat adakan Fit and Proper Test (Uji Kelayakan) untuk para bakal calon kepada daerah dan di hadiri sebanyak 38 bakal calon kepada daerah yang sudah terlebih dahulu mendaftar ke PDI-Perjuangan Jawa Barat di DPD PDI-Perjuangan Jawa Barat, Jln. Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (28/9/2019).
Sebelumnya DPD PDI-Perjuangan telah melakukan penjaringan balon kepala daerah di delapan kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bandung, Indramayu, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok.
Penjaringan tersebut, dilalukan oleh DPC masing-masing daerah, sejak tanggal 1 sampai 20 September lalu.
Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, tes tersebut juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, terkait Pilkada 2020. Pihaknya mengapresiasi atas partisipasi dan kepercayaan yang diberikan karena melalui proses penjaringan secara terbuka, dan kemudian diumumkan melalui media masa, media sosial dan alat peraga.
“Jadi telah terjaring 38 orang bakal calon jepala daerah/wakil kepala daerah, yang terdiri dari unsur kader partai, tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, bupati/wakil bupati petahana dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Menurutnya sebagai partai pelopor, PDI Perjuangan lebih dahulu melakukan penjaringan karena menginginkan figur calon kepala daerah yang mampu mengatasi masalah-masalah rakyat. Termasuk menjadikan ideologi pancasila di atas politik yang menggunakan cara-cara pragmatis dan transaksional.
“Maka dengan waktu yang panjang akan mempunyai kesempatan lebih luas untuk mengetahui potensi figur-figur yang terjaring, dan akhirnya mendapatkan bakal calon yang paling layak untuk dapat dipilih rakyat,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar, Ketut Sustiawan menuturkan, uji kelayakan tersebut diisi oleh materi-materi yang memiliki aspek sangat penting bagi 8 kabupaten/kota dan Jawa Barat secara umum.
Salah satunya, terkait Ideologi Pancasila yang menjadi dasar utama ukuran penilaian, mengingat kondisi Jawa Barat dan beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang kental dengan isu-isu radikalisme dan intoleransi.
Terlebih adanya penyebaran faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, persoalan kesejahteraan rakyat masih menjadi tantangan di Jawa Barat sehingga pancasila sebagai ideologi harus juga, dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan program pemerintah daerah yang menitikberatkan pada 5 (lima) prioritas program kerakyatan. Seperti Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial dan lain sebagainya.
“Mulai minggu depan akan dilakukan survey untuk mengukur potensi semua figur. Serta Bakal Calon juga dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. DPC maupun DPD Partai akan melakukan komunikasi untuk membangun koalisi antar partai politik,” tuturnya.
Ketut menambahkan setelah itu, DPD Partai akan melaporkan secara utuh kepada DPP Partai untuk selanjutnya dilakukan pendalaman kembali oleh DPP Partai. Sehingga paling lambat Februari 2019, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di delapan Kabupaten/Kota tersebut.
“Kami berharap bisa memenangkan Pilkada di delapan Kabupaten/Kota, tetapi bila tidak memungkinkan paling tidak lima Kabupaten/Kota bisa dimenangkan,” tambahnya.












