Silaturahmi Politik PDI Perjuangan Perjuangan dengan Polres Cianjur, Tangkal Hoaks dan Fitnah Jelang Pilkada

Categories: KABAR CABANG

Polres Cianjur menggelar diskusi dan silaturahmi dengan PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur 2020. Pertemuan digelar di Aula Kresna, Sabtu (27/6/2020).

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan, silaturahmi dilakukan agar tercipta situasi aman dalam rangka menjelang Pilkada Serentak 2020 untuk Kabupaten Cianjur.

Pertemuan juga untuk membangun persepsi menangkal hoaks dan fitnah untuk menghindari perpecahan.

“Diskusi ini juga bertujuan untuk membangun suasana pilkada yang aman dan damai,” ujar Juang.

Turut mendampingi kapolres Cianjur dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Wakapolres Cianjur, Kompol Hilman; Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Warsito; Kasat Intelkam Polres Cianjur, AKP Jayudin; Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Anton; Kasat Binmas Polres Cianjur, Kasat Polair Polres Cianjur, Kasi Propam Polres Cianjur, dan Paur Subbaghumas.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, mengapresiasi diskusi dan silaturahmi yang digelar di Mapolres Cianjur.

“Pada intinya semua harus saling menahan diri tidak terpancing dengan isuk hoaks dan fitnah,” kata Susi.

Terkait masalah aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan, pihaknya akan menjawab dengan kerja konkret karena PDI Perjuangan adalah partai wong cilik.

“Maka kami tak akan membalas cacian aksi anarkis dengan hal serupa, tapi kami akan menjawabnya dengan kerja kerakyatan, apalagi saat ini dalam suasana pandemi covid-19 kami tetap mendukung sosialisasi new normal Kabupaten Cianjur,” katanya.

PDI Perjuangan juga mengapresiasi kinerja polres dan TNI serta Pemkab Cianjur yang sudah berupaya dalam penanganan Covid-19.

“Sekali lagi kami tekankan, tak ada tempat bagi perusuh apalagi memperkeruh suasana,” katanya.

Ia mengatakan, secara tegas DPP PDI Perjuangan telah mengambil jalur konstitusional terhadap aksi pembakaran bendera tersebut.

Seorang tokoh agama, Ahmad Suhendar, menyesalkan atas aksi apa pun dengan kelakuan premanisme dan provokasi melalui aksi pembakaran salah satu bendera partai politik.

“Oleh sebab itu, kami mendesak agar aparat penegak hukum dapat menangkap pembakar bendera PDI Perjuangan sehingga hal serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” katanya.

Menurutnya, pembakar bendera itulah sesungguhnya pengacau kedamaian dan ketenteraman seperti PKI.

“Saat ini bendera PDI Perjuangan yang dibakar suatu saat mungkin bendera partai yang lain yang beda dengan pilihan politik mereka,” katanya.

Ia mengimbau kepada umat Islam agar menjaga akhlakul karimah dalam menyikapi perbedaan politik.

“Dalam kesempatan ini, saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi dan fraksi-fraksi di DPR dengan menunda pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP),” katanya.

Hal tersebut, kata Ahmad, menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR mendengarkan aspirasi warga dari berbagai lapisan masyarakat, baik dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya.

Sumber : https://jabar.tribunnews.com/2020/06/27/silaturahmi-politik-pdip-dengan-polres-cianjur-tangkal-hoaks-dan-fitnah-jelang-pilkada?page=2

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply