Roadshow ke Dewan Pimpinan Cabang Dalam Rangka Mewujudkan PDI Perjuangan Sebagai Partai Pelopor.

Menindak lanjuti hasil hasil Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke V di Bali ,Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat terus lakukan konsoludasi internal ke Beberapa Kabupaten di Jawa Barat ,di antaranya Kabupaten Bekasi ,Kota Bekasi dan kota Bogor ,acara yang di mulai dari Hari Sabtu (09/11),sampai Hari Mingu (10/112019).

Dalam sambutan nya ,ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono mengatakan ,Konsepsi Partai Pelopor yang dipegang dalam narasi PDI Perjuangan adalah konsepsi pemikiran Bung Karno dalam dialektikanya di tahun 1926 menggerakkan kekuatan rakyat untuk melawan kolonialisasi di Nusantara, disini Bung Karno mengawinkan pergerakan massa actie yang taktis dan terencana dengan situasi emosional dan suasana batin rakyat, bukan gerakan asal amuk dan spontan, gerakan ini gabungan dari kemarahan rakyat dan ketrampilan dalam berorganisasi.

“Ada beberapa Konsepsi Partai Pelopor yang dipegang dalam narasi PDI Perjuangan adalah konsepsi pemikiran Bung Karno dalam dialektikanya di tahun 1926 menggerakkan kekuatan rakyat untuk melawan kolonialisasi di Nusantara, disini Bung Karno mengawinkan pergerakan massa actie yang taktis dan terencana dengan situasi emosional dan suasana batin rakyat, bukan gerakan asal amuk dan spontan, gerakan ini gabungan dari kemarahan rakyat dan ketrampilan dalam berorganisasi,” ujar ono

Lebih jauh ono mengatakan ,
Setelah melalui tahapan pendidikan politik yang teratur, kader pelopor diharuskan terjun langsung dalam kehidupan masyarakat dan menjadi pemimpin di kehidupan sekitar. Disini para kader dilatih untuk mencatat inventarisasi persoalan persoalan masyarakat. Pemahaman inventarisasi persoalan masyarakat yang hidup disekitarnya dipecahkan.

Dalam tingkat anak ranting sampai tingkat daerah memiliki rekaman persoalan masyarakat kemudian dipecahkan. Partai tidak jadi sekedar “event organizer Pemilu” tapi cabang cabang Partai dijadikan pusat pusat pergerakan rakyat. Partai berdampingan dengan sistem pemerintahan melakukan pencatatan persoalan di daerahnya dan menjadikan counterpart atas persoalan pemerintahan.

Partai menjadi “Penyambung Lidah Rakyat” dalam skim-skim komunikasi politik, budaya, ekonomi dan sosial sehingga pergerakan politik di kantor kantor cabang bisa hidup. Inilah yang disebut sebagai “Organik kepemimpinan”, para anak muda di tingkat anak ranting diarahkan dalam pelatihan pendidikan politik di wilayah RT/RW dan secara berjenjang di tingkat atasnya pada tingkatan Kelurahan, Kecamatan sampai Kabupaten hingga tingkat Nasional pada jenjang berikutnya.

“tugas kader pelopor adalah menjadikan “Pikiran Pikiran Sukarno” sebagai hegemoni politik arah negara dan perkembangan negara. Dialektika dalam alam pikiran Sukarno disesuaikan dengan perkembangan jaman dengan susunannya mulai dari Geopolitik, Strategi Kebudayaan sampai pada Strategi Pertahanan Militer. Konsepsi Ekonomi didasarkan pada Negara sebagai Kekuatan Utama Kapital yang dikembangkan ke fungsi fungsi sosial menjadi sangat penting di tahapan ketiga kepeloporan politik ini,”Beber ono

Sekretaris DPD ,Ketut Sustiawan menambah kan,bahwa yang di sebut partai pelopor adalah partai yang di tuntun oleh sebuah ide ,sebuah cita cita ,ideologi partai, ideologi negara yaitu Pancasila 1 Juni 1945 ,dan hanya PDI Perjuangan yang mencetak sejarah dalam Pemilihan Legislatif dan Pemilihan presiden .

“Alhamdulillah dalam pemilihan legislatif dan Presiden ,PDI Perjuangan tampil sebagai pemenang dua kali berturut-turut,” Tandasnya.

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply