709 Views

Posko Baguna Menyalurkan Bantuan dan Melayani Kesehatan Hingga 26 Oktober 2018

Kegiatan bantuan kemanusiaan di Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan di Palu dibuka hingga tanggal 26 Oktober 2018, sesuai masa tanggap darurat. Sebelumnya Posko Baguna telah dibuka sejak tanggal 1 Oktober lalu.

Adapun kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan tetap bekerja sama dengan DPD PDI Perjuangan Sulteng dengan agenda pengobatan gratis serta pembagian peralatan berupa tenda, selimut, pakaian bayi dan sembako.

Untuk lokasi pelayanan kesehatan hari ini, Selasa (16/10/2018) mencakup Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Sedangkan pengobatan sudah dilakukan di  Desa Sidera, Pombewe, Langaleso, Poboya, Kayumalue, Guntarano, Teluk Tomini Palu, Kelurahan Nunu, Kelurahan Kabonena, Desa Salubomba, Desa Ampera dan Desa Tana Harapan.

Sebelumnya Tim Baguna PDI Perjuangan dari Sulsel, Sulut, Jabar, Jateng dan Sulbar turut serta dalam penanganan korban gempa bumi yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi. Tugas Tim yakni melakukan evakuasi jenazah korban gempa, pengobatan gratis serta pendistribusian logistik ke pengungsi.

Sampai hari ini aksi kemanusiaan berupa pengobatan tersebut  telah melayani ribuan warga korban gempa di Kota Palu, Sigi, dan Donggala. Pengobatan terhadap anak anak sempat terhenti karena stok obat-obatan habis, dan menunggu kiriman obat.

Namun pengobatan untuk  orang dewasa masih tetap berjalan. “Kita kehabisan stok obat obat untuk anak anak. Karena memang dilapangan banyak orang tua yang memeriksa anak anaknya untuk berobat,” kata salah seorang anggota tim kesehatan.

Untuk evakuasi jenazah setelah berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi Sulteng, Baguna  melakukan evakuasi di beberapa titik lokasi yakni, di Perumahan Petobo, Balaroa, dan Kelurahan Mamboro. Lokasi tersebut mengalami kerusakan parah terkena dampak gempa.

Total sudah ratusan jenazah yang dievakuasi setelah hampir dua minggu bertugas dengan mengerahkan mobil ambulance Baguna. “Kami langsung evakuasi dari lokasi penemuan ke Rumah Sakit terdekat di Kota Palu dan juga ke lokasi pemakaman umum. Pada umumnya seluruh jenazah sudah membusuk karena sudah berapa hari tidak tersentuh,” ujar Jaya salah seorang relawan dari Palu yang bergabung bersama Tim Baguna.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng, Muharram Nurdin yang kediamannya digunakan sebagai Posko Tim Baguna menjelaskan, warga pengungsi sangat membutuhkan bantuan sembako, tenda, selimut, pakaian dan obat obatan. Karena itu, Muharram berharap logistik yang diberikan bisa turut meringankan beban para korban.

“Kami berterima kasih Baguna sudah turun membantu korban gempa. Banyak orang membutuhkan bantuan dan penanganan. Apa yang sudah dilakukan Baguna memberi banyak manfaat selama di Sulteng,” ujar Muharram. pdiperjuangan.id

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply