1052 Views

Fraksi PDIP DPRD Jabar Kirim Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

Bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah menimbulkan keprihatinan mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Tak terkecuali Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat Waras Wasisto mengatakan, dari hasil gotong royong, pihaknya berhasil menghimpun dana untuk disumbangkan kepada korban gempa yang kini berada di tenda-tenda pengungsian.

“Kami kirim bantuan berupa uang, kemudian juga ada obat-obatan dan selimut yang memang mendesak dibutuhkan para korban bencana,” kata Waras di Bandung, Senin (1/10/2018).

Menurut Waras, PDI Perjuangan Jawa Barat juga memberangkatkan personel Badan Penganggulangan Bencana (Baguna) ke Palu dan Donggala.

Di lokasi bencana, kata Waras, anggota Baguna Jawa Barat akan bergabung dengan Baguna Pusat juga elemen lainnya.

“Baguna Jabar ini sudah terlatih dalam melakukan evakuasi bencana dan juga dapur umum. Mudah-mudahan dapat sedikit membantu para korban bencana,” ujar Waras.

“Kami mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sigap dalam merespon musibah bencana tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder serta langsung terbang ke lokasi bencana. Ini merupakan bukti kepedulian pemerintah dan juga negara hadir saat rakyat membutuhkan,” kata Waras.

Ketua Baguna Jabar Chaerul Rizky mengatakan, ia berangkat ke Palu bersama sejumlah personel.

Lantaran Bandara Palu belum beroperasi, rombongan Baguna Jabar akan terbang menuju Makassar dan kemudian dilanjutkan dengan kendaraan roda empat menuju Palu.

“Jam 3 subuh kami berangkat dari Bandung karena pesawat menuju Makassar jam 9 pagi,” kata Chaerul melalui sambungan telepon, Minggu (30/9/2018) malam.

Data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setidaknya, terdapat tiga daerah yang masih belum dapat diakses data penanganan bencana gempa yang berpusat di Kabupaten Donggala itu.

Ketiga tempat itu adalah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Belum ada laporan secara terus-menerus dan komunikasi masih lumpuh. Listrik masih padam sehingga menyebabkan aktivitas lain terganggu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip tribunnews.com

Hal itu, menyebabkan BNPB tak mengetahui bagaimana dampak dan penanganan bencana di tiga wilayah terdampak tersebut.

“Kami tidak tahu secara pasti bagaimana dampak bencana di sana, bagaimana penanganan dan sebagainya,” ujar Sutopo.

Namun, kata Sutopo, telah ada posko tanggap darurat yang disiapkan di tiga wilayah tersebut. Sementara, posko induk tanggap darurat dipusatkan di markas Komando Resor Militer 132 Tadulako di Palu. jabar.tribunnews.com

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply