370 Views

PDI Perjuangan Mulai Risih #2019 GantiPresiden Menguat di Jabar

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI Perjuangan mulai risih dengan seruan tagar #2019 GantiPresiden, yang mulai menguat ke daerah hingga Jawa Barat. Mereka menganggap, pola kampanye itu melanggar aturan dan harus diberikan efek jera.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Barat, Mayjend (purn) Hasanuddin menjelaskan, seharusnya kampanye tersebut dilakukan pada saat masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 sudah diberlakukan Komisi Pemilihan Umum. Pada kenyataannya saat ini, tahap kampanye pilpres belum dimulai.

“Dalam kapasitas yang namanya pilpres kita, selama ini ada tahapan-tahapannya. Kita belum masuk pada tahapan untuk melaksanakan kampanye pilpres,” ujar Hasanuddin di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Jumat 3 Agustus 2018.

Hasanuddin menilai, pola tersebut dikhawatirkan terus menyulut konflik horizontal di daerah. Berkaca pada kejadian di Riau dan Batam, ia memastikan partainya meredam potensi-potensi konflik.

“Saya melihat di nasional maupun daerah, ada kelompok tertentu yang kemudian tidak mengikuti aturan-aturan, dalam hal ini, yaitu kampanye presiden. Kemudian, ada yang namanya deklarasi untuk mengganti presiden dan kemudian di beberapa tempat terjadi bentrokan di Riau dan Batam,” katanya.

Pria yang akrab disapa Kang Hasan ini juga memohon kepada seluruh komponen untuk tidak melakukan provokasi dengan menjaga keutuhan NKRI, kedamaian di Jawa Barat.

“Saya mohon untuk tidak juga terprovokasi oleh kelompok yang akan mengganti presiden belum pada waktunya. Kita sedang mempersiapkan pilpres dan pilpres itu akan dilaksanakan 2019,” katanya.

“Kalau harus ada pergantian presiden, dilaksanakan secara konstitusional, tidak melanggar aturan yang berlaku. Kalau ada provokasi, ada konflik horizontal dan itu tidak kita kehendaki,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Barat, Abdul Hadi, menjelaskan seruan ganti presiden di media sosial itu dipastikan tidak melanggar regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Tidak ada sesuatu yang dilanggar, ini legal, konstitutional dan emang 2019 ada pemilu presiden. Jadi (MUI Jabar) enggak usah berlebihan,” ujar Abdul Hadi, Kamis 2 Agustus 2018.

Abdul mengimbau kepada anggota MUI Jabar, jika merasa tidak sepakat dengan tagar ganti presiden agar bersikap secara personal tanpa membawa institusi. Bahkan, dengan cara tersebut, persaingan politik akan sehat dengan mengutamakan adu gagasan.

“Yang mendukung, ya biasa-biasa saja. Yang tidak mendukung, juga jangan ngotot-ngotot biasa saja, ini sebuah ajang adu gagasan, adu kompetensi yang menjadikan pemilu 2019 nanti itu pemilu yang sehat,” ujarnya. viva.co.id

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply