181 Views

Hasto Kristiyanto, “Pak SBY Selalu Mempolitisir Hubungan dengan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri”

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi enteng  ‘keluhan melankolis’ Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungannya dengan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri. Hasto juga mempersilakan melihat rekam jejak digital maupun media cetak, bahwa menjelang Pemilu dipastikan SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri.

“Padahal Ibu Hj.Megawati Soekarnoputri baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai Satyam Eva Jayate, bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang. Sikap diam Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri mengungkap politik sandiwara itu,” kata Hasto, Kamis (26/7/2018).

‘Keluhan musiman’ SBY tersebut, menurut Hasto, terjadi karena sebagai seorang bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono. Seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya.

“Sementara Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri jauh lebih luas dari itu, selalu bicara untuk PDI Perjuangan, untuk Pak Jokowi, untuk rakyat, bangsa dan negara, sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu,” ujar Hasto.

Hasto pun mengingatkan apa yang terjadi menjelang pilpres tahun 2004. Saat itu Pak SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizolimi. “Secara psikologis, seharusnya yang menzolimi itu yang merasa bersalah, tetapi mengapa Pak SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri,” ucap Hasto.

Lebih lanjut Hasto menceritakan bahwa menjelang pilpres 2014. Ketika  itu ada salah seorang ketua umum partai yang mendesak Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri agar bertemu SBY guna memastikan kemenangan Jokowi. Megawati menegaskan bahwa Jokowi akan menang karena dukungan rakyat.

“Sekiranya pertemuan saya dengan Pak SBY dianggap sebagai faktor utama kemenangan Pak Jokowi, maka kasihan rakyat yang telah berjuang. Banyak rakyat kecil yang iuran 20-50 ribuan untuk Pak Jokowi. Masak dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya,” kata Hasto menirukan ucapan Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri saat itu.

Gagal tidaknya koalisi Partai Demokrat, lanjut Hasto, lebih karena kalkulasi rumit dilakukan SBY yang hanya fokus dengan masa depan AHY.

“Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa  berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri seolah sebagai penghalang koalisi tersebut. Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain,” jelas Hasto. pdiperjuangan.id

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply