187 Views

PDI Perjuangan, “Penugasan Bacaleg Upaya Mencari Pemimpin yang Membumikan Pancasila”

Setelah melakukan proses demokratisasi di dalam internal Partai dan menyerap seluruh aspirasi masyarakat Indonesia. Maka bagi PDI Perjuangan proses penempatan bakal calon legislatif (bacaleg) merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kepemimpinan. Karena Partai bertugas untuk menyiapkan pemimpin yang digembleng melalui Sekolah Partai.

“Kaderisasi kepartaian dan penugasan bersama rakyat ini untuk mencari pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk membumikan Pancasila, menjaga NKRI, dan Kebhinnekaan Indonesia serta mempunyai kesadaran sejarah membangun martabat dan kehormatan kita sebagai bangsa yang besar,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat konferensi pers di kantor KPU RI, Jl. Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Menurut Hasto partisipasi masyarakat mendaftar bacaleg dari PDI Perjuangan cukup tinggi.  Selain itu, dari proses kaderisasi Partai mendorong kader-kader internal Partai untuk dicalonkan, namun Partai juga membuka diri bagi tokoh-tokoh masyarakat bergabung dengan PDI Perjuangan. Latar belakang bacaleg ada yang memiliki perhatian besar terhadap kesehatan, kecukupan gizi masyarakat, upaya pembumian Pancasila, terhadap kawasan perbatasan, para akademisi hingga artis serta tokoh kebudayaan.

“Harapannya ketika mereka nanti terpilih mampu menggelorakan semangat cinta tanah air dan nasionalisme. Sebab politik tanpa dedikasi, tanpa cinta tanah air akan sia-sia,” ujar Hasto.

Rekrutmen bacaleg dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi ini, lanjut Hasto, menunjukkan perhatian dan keseriusan PDI Perjuangan, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat hadir di tengah-tengah rakyat. PDI Perjuangan menyadari bahwa Indonesia dibangun dengan narasi besar, semangat patriotisme sehingga pada tahun 1955 menjadi pemimpin bagi bangsa-bangsa di Asia Afrika.

PDI Perjuangan juga merekrut bacaleg purnawirawan TNI untuk penempatan di daerah perbatasan. Termasuk pula purnawirawan Polri dan tokoh dari HAM untuk dicalonkan. Partai juga terus menyempurnakan manajemen kepartaian. Sehingga Partai memiliki kemampuan manajerial. Dari total keseluruhan bacaleg, 37,46 persen adalah perempuan.

“PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada KPU yang melakukan  terobosan, melalui Sistem Pencalonan (SILON) ada kemajuan di dalam proses pendaftaran ini. Kalau sebelumnya untuk mendaftar paling tidak diperlukan mobil box pembawa seluruh dokumen, maka KPU telah melangkah lebih maju dengan menerapkan sistem IT. Artinya, akan berdampak positif di dalam transparansi, menyampaikan aksesibilitas bagi publik untuk melihat, apakah Partai betul-betul mencalonkan mereka yang mampu membangun harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Ini yang menjadi harapan kami,” kata Hasto.

Lebih lanjut Hasto menjelaskan, PDI Perjuangan tidak mencalonkan seseorang yang mempunyai persoalan hukum. Di Sumatera Utara ada beberapa calon anggota legislatif yang sedang menjalani proses pemeriksaan atas kasus hukum. Maka kemudian DPP mengambil keputusan untuk tidak mencalonkan yang bersangkutan.

“Ini semua sebagai tanggungjawab PDI Perjuangan, bahwa yang kami calonkan adalah mereka-mereka yang rekam jejaknya betul-betul dipersiapkan. Untuk selanjutnya Partai akan mengadakan Sekolah Calon Anggota Legislatif,” pungkas Hasto. pdiperjuangan.id

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply