152 Views

Kang Hasan Minta Tambahan Waktu Di Debat Publik Ke-3

Debat Publik Pasangan Calon Pilgub dan Pilwalgub Jawa Barat dimaksudkan untuk menyampaikan visi, misi dan program masing-masing Kandidat sebagai pedoman atau acuan pembangunan di masa mendatang.

Namun demikian, alokasi waktu yang disediakan oleh penyelenggara (KPU) seringkali dianggap kurang mencukupi. Kandidat acapkali kesulitan untuk memaparkan materi secara sempurna lantaran waktu yang disediakan sangat terbatas.

Menurut Kang Hasan nama panggilan Hasanuddin, calon gubernur Jawa Barat nomor urut 2, hendaknya KPU bisa memberikan penambahan waktu agar pemaparan visi, misi dan program masing-masing pasangan calon bisa lengkap dan publik pun dapat memahaminya secara utuh.

Kang Hasan menilai debat publik bagian dari cara penyelenggara mengenalkan kandidat kepada masyarakat pemilih. Melalui debat publik, internalisasi pendidikan politik (politic education) pun tersampaikan. Oleh karenanya, ia berharap KPU bisa mempertimbangkan adanya penambahan waktu.

“Ini satu menit. Baru prolog saja, mau begini-begini sudah habis. Sehingga tidak bisa dari satu menit itu memberikan gambaran,” tutur Kang Hasan di rumah dinas Ketua DPRD kota Cirebon Edi Suripno, belum lama ini seperti diberitakaan.

Terlebih, kata Kang Hasan, pada gelaran debat publik putaran ketiga yang akan diselenggarakan pada 22 Juni 2018 mendatang di Bandung, tema yang diangkat berkaitan tentang kepentingan dan hak-hak publik yang harus dijamin pemerintahan daerah. Paling tidak, kata dia, ada penambahan waktu antara 5-10 menit.

“Bagaimana disuruh menjelaskan untuk keperluan masyarakat Jawa Barat yang sangat principil dan strategis. Waktu satu menit, cukup bagaimana ? Ga cukup. Jadi saya melihat paling tidak, grand design tuh 5 atau 10 menit lah,” harapnya.

Saat disinggung persiapan, purnawirawan Jenderal TNI AD ini mengaku tak ada khusus. Karena, setiap tema yang disuguhkan merupakan masalah-masalah yang sudah biasa dihadapinya selama masa pengabdian, baik di bidang militer, politik maupun legislatif.

“Ya saya tidak pernahlah yang begitu-begituan, menyiapkan secara khusus, engga ada. Kerjakan seperti biasanya ajalah, begitu. Toh yang ditanyakan juga itu-itu juga,” terangnya.

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply