2156 Views

Pilwalkot Bandung 2018, Koalisi dengan PDIP Masih Terbuka

DPC PDIP Kota Bandung masih membuka kemungkinan koalisi dengan partai lain untuk bertarung dalam Pemilihan Pilwalkot Bandung 2018 mendatang. Kebutuhan koalisi diperlukan untuk menjalankan pemerintahan jika memenangkan pilkada kelak.

“Dalam menjalankan tugas sebagai wali kota itu kan tidak hanya fokus pada segi pemerintahan, karena harus ada sisi penguatan dari legislatif,” tutur Ketua DPC PDIP Kota Bandung Isa Subagja, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin, 14 Agustus 2017.

Seperti diketahui, PDIP Kota Bandung berhak untuk mengusung calon wali kota dan bahkan wakil wali kota sekaligus, mengingat syarat ambang batas pencalonan dari partai telah terpenuhi. Pilihan tersebut paling terbuka karena dari ketentuan ambang batas pencalonan Pilwalkot 2018 dari partai hanya membutuhkan 10 kursi, sementara PDIP saat ini telah menguasai 12 kursi.

Meski begitu, kata Isa, PDIP Kota Bandung masih membuka komunikasi untuk berdampingan bersama partai politik lain dalam pilkada serentak 2018 nanti. Kebutuhan kekuatan politik tidak hanya diperlukan saat ini, tetapi juga ketika menjalankan pemerintahan nanti. Penguatan dari sisi legislatif itu akan melancarkan dukungan pada program-program kerakyatan yang ditawarkan sejak masa kampanye.

“Setelah terpilih, wali kota mana pun memang pada dasarnya harus menanggalkan atribut kelompoknya, dan bisa berdiri di atas semua kelompok demi kepentingan rakyat,” ujar Isa, yang juga Ketua DPRD Kota Bandung itu.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana bersama PDIP Jawa Barat untuk memenangkan pilkada di Jawa Barat. Isa menganggap semua hal itu bisa terjadi. “Karena dinamika politik di bawah itu cair,” tuturnya.

Saat ini, tim dari DPC bersama DPD PDIP Kota Bandung masih menggodok nama-nama bakal calon dari PDIP untuk Pilwalkot Bandung 2018. Dari 9 bakal calon yang mendaftar ke PDIP Kota Bandung, saat ini telah mengerucut menjadi 5 nama, seperti Anggota DPRD Kota Bandung yang juga pengurus DPC PDIP Kota Bandung Aries Supriatna, penyiar ternama Muhammad Farhan, serta Sekretaris KNPI Kota Bandung yang juga kader PDIP Muhammad Ariodillah.

Sementara dua lainnya yakni Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Pengurus DPD PDIP Jawa Barat Gatot Tjahyono, dan mantan wakil wali kota Bandung Ayi Vivananda.

Isa mengatakan, nama-nama itu nanti diputuskan di DPP PDIP. “DPC hanya sebatas menjaring. Kalau pun ada seleksi hanya berkisar menyangkut persyaratan administrasi. Jenjang DPD lebih luas lagi karena di situ ada proses penyaringan,” katanya.***  PIKIRAN-RAKYAT.COM

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply