1673 Views

KJRI Jeddah Respon Foto TKI Yang Diduga Dianiaya Majikannya di Kota Taif

Jeddah – Beberapa hari ini jejaring sosial digemparkan dengan adanya foto TKI yang disebarkan dijejaring sosial facebook dan diduga dianiaya oleh majikannya di kota Taif negara Saudi Arabia.

Berdasarkan keterangan salah satu netizen di akun facebooknya, TKI tersebut bernama Nenih Rusmiyati Binti Eman asal Sukabumi Jawa Barat.

Sharief Rachmat, Pembina POSPERTKI dan juga Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia yang saat ini berada di Indonesia, meminta jajaran pengurus POSPERTKI dan DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia untuk melacak dan mengkonfirmasi kabar tersebut.

Berdasarkan laporan Ramida Muhammad Ketua Umum POSPERTKI (Posko Perjuangan TKI) dan juga selaku Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia menyatakan, bahwa pengaduan TKI tersebut sudah diterima. Berdasarkan informasi yang dihimpun, TKI tersebut selama 5 tahun bekerja, baru digaji 3 tahun dan setiap meminta gaji selalu dianiaya. Saat lebaran kemaren, TKI tersebut dianiaya dan dikeluarkan dari rumah majikannya. Saat diusir dari rumah majikannya, TKI tersebut ditemukan dan ditolong oleh kepolisian setempat,” ujar Ramida Muhammad saat melaporkan ke Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia pada Minggu (13/08/2017).

Ramida Muhammad sendiri juga sudah berkoordinasi dengan KJRI Jeddah. Dan berikut tanggapan dan klarifikasi KJRI Jeddah yang disampaikan Rahmat Aming Konsul Muda KJRI Jeddah :

Terkait dengan kasus WNI/TKI an Nenih Rusmini bt Eman yang viral di media sosial dengan ini disampaikan tindak lanjut sebagai berikut:

1. Tim KJRI Jeddah berhasil menghubungi nomor yang tercantum di medsos namun diinformasikan bahwa nomor tersebut bukan milik Nenih. Pemilik nomor adalah seorang perempuan Arab yang tidak bersedia disebutkan namanya.

2. Ybs hanya menyampaikan bahwa dirinya pernah melihat Nenih dalam kondisi seperti dalam medsos 6 bulan yang lalu (foto lama). Menurutnya kemungkinan kondisinya saat ini sudah berubah ke arah lebih baik.

3. Pemilik nomor mengaku bukan majikannya dan dia pernah menginformasikan perihal Nenih kepada anaknya (keluarga) di Indonesia sebagai bentuk bantuan saja.

4. Ybs menyampaikan bahwa dirinya tidak mau terlibat lebih jauh terkait kasus Nenih dan kemudian tiba-tiba teleponnya mati (tidak bisa dihubungi lagi).

5. Tim KJRI telah menunjuk petugas untuk mengawal kasusnya bekerja sama dengan anggota satgas di kota Thaif. Dan mengingat minimnya data, Tim terus mencoba menggali informasi yang meliputi keberadaan Nenih dan kasus yg menimpanya. Jika dipandang perlu Tim akan langsung bergerak ke TKP.

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply