1303 Views

Politisi PDI Perjuangan Ini Sebut 10 Program PKK Tak Berpihak Rakyat Miskin


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Saptariyani menyebut 10 program yang berada dalam Tim Penggerak PKK Pemerintah Kabupaten Bogor omong kosong.

Pasalnya, sejauh ini pelaksanaan 10 program PKK tidak menunjukan keberpihakan kepada masyarakat miskin, terutama yang bertujuan untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dalam aspek pendidikan, kesehatan, perbaikan gizi dan kependudukan serta peningkatan aksesibilitas terhadap kemandirian dan kesejahteraan hidup.

“Mereka miskin dan tidak punya daya beli , dan 9 bahan pokok pun hanya mimpi buruk yang tak pernah membaik. Mereka tidak memiliki penghasilan tetap, apalagi gaji ataupun uang untuk membeli lauk pauk. Intinya 10 program PKK itu omong kosong,” kata Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Bogor,

Ia menuturkan, persoalan yng dihadapi oleh masyarakat kabupaten Bogor saat ini merupakan persoalan isi perut. Ia memandang hal tersebut merupakan titik awal permasalahan yang ada di kabupaten yang memiliki penduduk terbesar di Jawa Barat ini, yaitu 5,6 juta jiwa.

“Jadi dimana titik awal permasalahannya?, Yakni di perut, dengan perut kosong setiap orang akan melakukan segala cara untuk mencari makan dan bertahan untuk dapat tetap hidup secara survive. Inilah yang menyebabkan terjadinya berbagai tindak kejahatan, pencurian, dan perlakuan kriminal lainnya,” kata dia.

Masalah kesenjangan ekonomi ini, imbuhnya, berdampak pada masalah sosial seperti pencurian, kejahatan, pelanggaran.  Ibarat asap  yang ditiup dari satu ruang pindah ke ruang lain, menurutnya, bila diusir malah akan menyebar ke semua lini,

“Tapi asap tidak akan pernah hilang, karena penanggulangan nya tidak dari sumbernya, yakni titik api. Jika titik api dipadamkan  maka asap akan hilang. Demikian pula halnya dengan masalah sosial  jika tidak pernah ditelusuri ke akar permasalahannya  maka tidak akan pernah tuntas,” pungkasnya. RMOLJABAR

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply