844 Views

WNI Asal Sampang Bebas Dari Sekapan, PDI-P Saudi Apresiasi KJRI Jeddah

DSC_0065“Saya ucapkan terima kasih kepada KJRI Jeddah, PDI Perjuangan, dan POSPERTKI. Alhamdulillah, istri saya sudah bebas dari sekapan dan bebas dari tuduhan. Saat ini istri saya sudah di Tarhil Shumaysi (pusat deportasi) menunggu proses pemulangan,” ungkap Dehruji, suami Behriyeh, pada Kamis (18/08/2016).

Sebagaimana berita sebelumnya, Dehruji Bin Juna, WNI Overstayer asal Sampang Jawa Timur, mendatangi secretariat DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia pada Selasa (12/07/2016). Dehruji mengadukan nasib istrinya Behriyeh Binti Sadiri yang disekap dan dituduh mencuri oleh majikannya di kota Jeddah, Saudi Arabia.

Pengaduan Dehruji Bin Juna tersebut langsung dilaporkan ke KJRI Jeddah dan diterima oleh A H Syaifuddin, Pelaksana Fungsi Konsuler III, pada Kamis (14/07/2016). KJRI Jeddah sendiri langsung bertindak dengan menugaskan dua lokal staf yaitu Ajat Sudrajat dan Rofik Rafik.

Sharief Rachmat selaku Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia, menugaskan jajarannya seperti Ramida Muhammad, Sadiri Sadimun, dan Eka Sapta. Ketiganya ditugaskan untuk mendampingi Dehruji Bin Juna dan membantu KJRI Jeddah dalam menindaklanjuti kasus penyekapan serta tuduhan pencurian.

KJRI Jeddah sendiri telah melakukan langkah – langkah seperti menghubungi pihak majikan serta lainnya. Selain itu pula, KJRI Jeddah juga mempersiapkan opsi – opsi yang telah di diskusikan oleh Dehruji Bin Juna dan DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

Setelah dua minggu berlalu belum ada titik terang, Sharief Rachmat didampingi beberapa jajarannya melakukan pertemuan dengan Fadly Achmad, Pelaksana Fungsi Konsuler IV KJRI Jeddah. Pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti perkembangan nasib Behriyeh Binti Sadiri korban penyekapan dan tuduhan.

Kasus yang menimpa Behriyeh Binti Sadiri, akhirnya dikawal langsung oleh Fadhly Achmad dengan dibantu dua lokal staf KJRI Jeddah yang sudah lebih awal menangani yaitu Ajat Sudrajat dan Rofik Rafik.

Atas upaya Fadhly Achmad dan dua lokal staf KJRI Jeddah terhadap pihak majikan, pada tanggal 18 Agustus 2016, majikan membebaskan Behriyeh Binti Sadiri dan membawanya langsung ke Tarhil Shumaysi untuk proses deportasi ke Indonesia.

Kabar dibebaskannya Behriyeh disampaikan oleh Sadiri Sadimun, Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

“Alhamdulillah Behriyeh sudah dibebaskan dan tidak terbukti melakukan pencurian. Wajar pihak majikan khawatir setelah adanya tekanan dari KJRI Jeddah. Karena yang dilakukan majikan sudah melanggar, selain itu tidak ada bukti Behriyeh melakukan pencurian,” jelas Sadiri.

Kalau Behriyeh benar melakukan pencurian, seharusnya pihak majikan melapor ke polisi, tetapi yang terjadi pihak majikan menyekapnya dirumah,”lanjutnya.

Eka Saptga Rivai pun menambahkan, bahwa Behriyeh Binti Sadiri diproses melalui Tarhil Shumaysi karena yang bersangkutan berstatus WNI Overstayer. Pihak keluarga korban tidak ingin kasusnya diperpanjang. Karena mereka sudah bersyukur Behriyeh sudah dibebaskan dan tidak terbukti lakukan pencurian.

PDI Perjuangan mengapresiasi KJRI Jeddah khususnya Fadly Achmad selaku pejabat Konsuler dan kedua lokal staf yaitu Ajat Sudrajat dan Rofik Rafik,” lanjut Eka Sapta, Sekretaris DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia.

http://pdiperjuangan-sa.com/arsip/941

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply