4510 Views

Upacara Harlah Pancasila 1 Juni 1945 JIMUS SAMPAIKAN AMANAT 1 JUNI

  • 13340499_267521400304152_1506233166_oPDIPERJUANGAN-JABAR.COM – DPC PDI PERJUANGAN Kabupaten Cirebon menggelar Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 di halaman Kantor Sekretariat DPD, Rabu pagi (01/06). Upacara Bendera yang diikuti seluruh pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Cirebon, pimpinan PAC, anggota Satgas, Badan dan Sayap Partai, serta petugas partai di eksekutif (Wakil Bupati) berlangsung hikmat.

    Ketua DPC PDI PERJUANGAN Kabupaten Cirebon, H. Mustofa, SH yang bertindak sebagai Inpektur Upacara menyampaikan Amanat 1 Juni Ketua Umum Partai, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri. Dikatakan, pada 1 Juni 1945 Bung Karno mengumandangkan sebuahpidato maha penting di depan sidang BadanPenyelidik Usaha-Usaha PersiapanKemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

    “Pidato yang kemudian dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno dari persada Indonesia,” ungkap Jimus (sapaan akrab H. Mustofa, SH). Disebutkan Jimus, Pancasila telah menjadi norma fundamen, filsafat, pikiran yang sejernih-jernihnya, jiwa, serta hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.

    “Dasar yang diperlukan sebagai syarat agar kita bisa mengklaim diri sebagai sebuah negara merdeka,” lanjut Jimus dan menambahkan, dalam kedudukan yang demikian, Pancasila telah menjadi roh yang membimbing arah perjuangan mencapai Indonesia yang merdeka dan berdaulat penuh. “Tapi lebih dari itu, Pancasila telah menjadi bintang penuntun bagi bangsa ini dalam mengarungi masa depan yang masih jauh membentang di hadapan, berlapis-lapis generasi yang akan datang” tegasnya.

    Lebih lanjut dikatakan, Pancasila sekaligus telah berfungsi sebagai alat efektif yang mempertautkan bangsa yang bhinneka ini ke dalam keikaan yang kokoh. “Pancasila telah menjadi magnet yang memberikan alasan bagi kita untuk menerima kemajemukan sebagai anugrah. Sebuahfungsi instrumentalistik yang efektif dalam menghindarkan bangsa ini dari kemungkinan terjadi sengketa ideologis berkepanjangan yang bagi cukup banyak bangsa baru telah memakan korban anak-anaknya sendiri.

    Jimus mensinyalir, dalam beberapa dekade usaha mengisi kemerdekaan Indonesia kita menyaksikan, di satu sisi Pancasila telah dipisahkan keterkaitannya dengan penggalinya, dikaburkan pengertian-pengertiannya, diselewengkan, dan akhirnya secara perlahan-lahan ditinggalkan dalam prakteknya. “Di sisilain, keteguhan kita sebagai kekuatan Pancasilais dalam memperjuangkan Pancasila agar menjadiideologi yang hidup, mengalami perapuhan” katanya.

    Kepada segenap pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Cirebon Jimus berharap, agar menyatukan hati, pikiran, ucapan dan tindakan ke dalam satu tarikan nafas perjuangan mewujudkan Pancasila. “Kemudian, jadikanlah gotong royong sebagai intisari Pancasila menjadi cara pikirmu, menjadi cara tuturmu, dan menjadi cara kerjamu dimanapun dan kapanpun” Di akhir pidatonya, Jimus menyampaikan pernyataan Bung Karno.

    “Jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu, menjadi satu realiteit, yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationaliteit yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, yang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup di atas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan socialerechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman – janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, dan sekali lagi perjuangan…”.

    Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Edi Mustofa berharap, dengan adanya peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Ju8ni 1945 ini, akan membangun jiwa-jiwa dan karakter Pancasila di semua masyarakat sehingga rasa patriotisme akan muncul demi keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. “Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2016 ini, harus dijadikan momen penting dalam membangun karakter pancasila di berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat’ tandas Edi Mustofa seraya menambahkan, Pancasila sebagai dasar Negara harus menjadi acuan penting dalam menentukan berbagai kebijakan, terutama yang berkenaan dengan urusan pemerintahan.** suyana syafe’i

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply