1199 Views

Badiklat DPC PDI Perjuangan Kab. Cirebon Siap Bersinergi dalam Membentuk Kader Tangguh dan Tanggap Zaman

asep s

Asep Saefullah, S.Pd.I

PDIPERJUANGAN-JABAR.COM – Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Cirebon, H. Mustofa, SH, sangat mengapresiasi keberadaan kalangan intelektual muda dalam jajaran Badan Pendidikan & Pelatihan Cabang (Badiklatcab) PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Karena menurutnya, disamping memiliki spirit progresiv dan idealisme yang tangguh, mereka juga berwawasan dan memiliki latar belakang sebagai pendidik.

Didominasinya Badiklatcab oleh kalangan generasi muda, pasti bukan tanpa alasan. Selain pertimbangan agar dapat berbanding lurus dengan dinamika kepartaian yang saat ini makin progresiv, juga dalam rangka menyiapkan regenerasi ke depan.

“Seperti merekalah yang saat ini dibutuhkan. Dapat  bersinergi dengan dinamika partai yang makin hari kian berkembang,” ungkap H. Mustofa.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Asep Saefullah, S.Pd.I di hadapan jajaran Badiklatcab dalam rapat perdana mereka, Sabtu(02/04) menandaskan, sejatinya kaum intelektual muda itu berposisi sebagai agent of change. “Makanya kita rekrut dari kalangan mereka, tentu dengan mempertimbangkan juga  basic pendidikan mereka yang berlatar pendidik. Idealnya, para pendidik kader, ya, para pendidik, agar transformasi ideologi dapat sampai dengan komprehensif ” ungkap Asep.

Urgensi pembentukan Badiklatcab, menurut Asep, didasarkan kepada kebutuhan partai akan  kader-kader yang berideologi kuat. “Jika kader kuat ideologinya, maka akan sulit tergoyahkan,” tegas Asep seraya menyebut Badiklatcab tak ubahnya seperti pasukan panah; kendati berjumlah sedikit, tetapi mampu mengarahkan ribuan anak panah dan mendominasi sebuah pertempuran.

Lebih lanjut Asep memaparkan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon di tahun 2016 ini merencanakan akan menggelar tiga kali kaderisasi tingkat Pratama. Hal tersebut, lanjutnya, sesuai intruksi DPP partai dalam Rakernas  yang diperkuat oleh instruksi DPD  pada Rakorbid beberapa waktu lalu.

“Jadi, bagi DPC yang mendapatkan suara di atas  20 persen pada saat Pemilu Legislatif, diharuskan mengadakan pengkaderan paling sedikit tiga kali dalam satu tahun,”  kata Asep.

Saat ditanya sasaran, Asep menyebut para Ketua Ranting  yang akan menjadi peserta pengkaderan tingkat Pratama tersebut. “Insya Allah, bulan Juni kita gelar bersamaan dengan peringatan Bulan Bung Karno.

Dari 424 Ranting yang ada, kita bagi menjadi tiga dengan ketentuan pemilihan secara acak, sehingga setiap Kecamatan mengirimkan delegasinya,” ungkap “politisi jomblo” asal Susukan ini seraya menyatakan, bahwa kaderisasi merupakan keharusan dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan & Pelatihan Cabang (Badiklatcab) PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Ibnu Abdillah, .Pd.I mengatakan, sebagai pemenang pemilu, PDI Perjuangan harus menjadi partai yang kuat, agar mampu menjalankan amanah rakyat, bekerja maksimal memperjuangkan Trisakti Bung Karno (berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam budaya), memperjuangkan hak-hak rakyat, dan menjadi pelopor revolusi mental sesuai slogan Presiden RI, Ir. Jokowi Widodo.

“ Partai yang kuat tidak bisa hanya mengandalkan modal finansial dan massa semata, tetapi juga harus punya banyak kader potensial yang tangguh. Karena kalau hanya mengandalkan kuantitas dan finansial, sementara partai miskin kader, bisa jadi partai akan sangat oportunis dan akrab dengan kegagalan manakala menghadapi terpaan badai politik kapitalistik”ungkap Abdillah didampingi sepuluh anggota lainnya.

“Inilah eksistensi  kader, laksana supir dalam mobil dan otak dalam manusia, kader adalah jiwanya partai” tambah Abdillah.

Lebih lanjut Abdillah memaparkan, mustahil sebuah partai berdiri kokoh tanpa melakukan kaderisasi.  Karena sejatinya, lanjutnya,  politik memerlukan kesadaran dan pengertian mendalam dari rakyat. “ Kalau rakyat tidak punya keinsyafan dan pengertian, politik tidak bisa dijalankan” ungkap Ibnu seraya menyitir pernyataan Bung Hatta,  jika partai tidak menjalankan kaderisasi, maka anggota partai hanya akan menjadi “pembebek” keinginan pimpinannya.

“Kebiasaan membebek itu tiada memperkuat pergerakan. Bahkan, itu akan membunuh pergerakan,” papar Ibnu diamini kawan-kawannya. Ada cukup alasan mengapa Bung Hatta menekankan pentingnya kaderisasi.

Awalnya, Bung Hatta bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang diketuai oleh Bung Karno. Namun, pada tahun 1930, Bung Karno dan sejumlah tokoh PNI ditangkap. Penguasa kolonial menuding PNI sedang menyiapkan pemberontakan.

“Begitu Bung Karno ditangkap, PNI  langsung macet. Pimpinan partai di luar ketakutan. Bahkan, pada Januari 1930, pimpinan PNI mengeluarkan arahan agar rakyat tetap diam dan tidak bergerak. Bung Hatta sangat kecewa dengan langkah mundur pimpinan PNI itu” papar alumni IAIN Cirebon asal Ciwaringin dengan intonasi lugas.

Harus Waspada PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai politik yang mempunyai badan pendidikan dan pelatihan, yang guna  meramu dan menggelar kaderisasi untuk memperkuat PDI Perjuangan,  baik dalam konteks struktural maupun kultural.

“Tinggal bagaimana kita  mengoptimalkan badan tersebut,” katanya. Ditanya tentang strategi dalam memenangkan pemilu, Ibnu memberikan warning agar waspada dengan berbagai macam upaya-upaya tersembunyi yang bertujuan memecah-belah maupun melumpuhkan PDI Perjuangan.

“Kemenangan PDI Perjuangan di Kabupaten Cirebon selama 3 kali pilkada secara berturut-turut,  jangan menjadikan kita  tidur nyenyak menikmati kekuasaan. Sebab kekuasaan ada masanya, sewaktu-waktu bisa habis atau dihabisi oleh lawan politik” tegas Ibnu sambil menyampaikan anasalisanya, bahwa dalam politik, lengah sedikit bisa kesalip ribuan kilo meter, dan PDI Perjuangan akan tertinggal jauh.

Oleh karena, lanjut Ibnu, BADIKLAT  DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon dibentuk untuk mematangkan kader-kader, agar lebih mampu menghadapi segala tantangan yang ada. “Lebih dari itu, diharapkan BADIKLAT  mampu membumikan marhaenisme di semua sendi-sendi kehidupan, terutama pada setiap kebijakan-kebijakan pemerintah,”pungkas Ibnu Abdillah.** (suyana syafe’i/media centre)

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply