1999 Views

Safari Lintas Kampung, PDIP Kota Bogor Perangi DBD

dpc pdip kota bogorPDIPERJUANGAN-JABAR.COM – PDI Perjuangan Kota Bogor menyatakan ‘perang’ terhadap penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) yang belakangan ini menghantui warga Bogor. Dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, operasi fogging pun digelar di lintas kelurahan dan lintas kecamatan sejak 3 bulan terakhir.

“Kita memang lakukan perang terhadap bahaya DBD sejak akhir Januari lalu. Harapan kita, dengan melakukan fogging bisa menekan tingkat penyakit DBD yang saat ini masih tinggi dan membantu masyarakat,” tukas Dadang saat diwawancarai indeksberita.com di sela kegiatan penyemprotan di Sukasari, Selasa (29/3/2016).

Dadang menuturkan, kegiatan fogging selain memperingati HUT ke-43 partainya, juga merupakan ungkapan rasa terimakasih partai kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan kepada PDI Perjuangan saat pemilu legislatif lalu.

“Rutinitas melakukan fogging hampir tiga hari sekali. Saat ini, PDI Perjuangan memiliki 8 alat fogging dari bantuan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor yang berasal dari masing-masing dapil. Jadi, bersama jajaran pengurus dan kader, bisa setiap saat melakukan penyemprotan secara gratis dan menerima permintaan masyarakat secara cuma-cuma,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyebutkan, warga yang terjangkit penyakit DBD sebagian besar berlatar belakang sosial ekonomi menengah dan atas. Umumnya, mereka tinggal di perumahan real estate yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Hingga akhir Maret 2016, jumlah warga Kota Bogor yang terjangkit wabah DBD mencapai 458 orang, dua di antaranya telah meninggal dunia.

“Kenapa banyak warga di perumahan elite terserang DBD, karena penghuninya tidak menyadari jika dalam kolam taman, vas bunga, dan penampungan air tidak pernah terpantau dan dibersihkan. Padahal di sana merupakan media nyamuk berkembang biak,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) pada Dinas Kesehatan Kota Bogor Siti Robiah.

Menurut Siti, puncak wabah penyakit DBD yang terjadi di Kota Bogor paling tinggi pada Februari. Sebab, pada bulan sebelumnya, yakni Januari, penderita DBD sebanyak 176 orang. “Bahkan dua warga Kota Bogor terjangkit DBD yang meninggal dunia terjadi pada Februari,” katanya.

Dua warga Kota Bogor yang meninggal dunia adalah seorang anak berusia dua tahun, warga Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. Seorang meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Karya Bhakti Dramaga. “Sedangkan korban lain, yakni anak berusia 9 tahun, warga Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, meninggal di RSUD Kota Bogor,” kata Siti. (indeksberitadotcom)

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply