1155 Views

Prof. Edi Setiadi Ajak Untuk Selalu Taat Hukum

Prof. Edi SetiadiTegaknya hukum (law inforcement) adalah buah dari praktek kesadaran hukum dalam sebuah negara. Para pejabat negara, termasuk di dalamnya para penegak hukum sendiri, dan masyarakat secara umum, benar-benar menerapkan nilai-nilai hukum dalam kehidupan sehari-hari. Segenap pihak menyadari secara benar; bahwa patuh dan taat terhadap hukum adalah sebuah keharusan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Edi Setiadi, SH, MH di hadapan pengurus DPC, Fraksi dan PAC PDI Perjuangan Kab. Cirebon, pada acara Pembekalan Bulanan Pengurus  yang digelar Sabtu Siang (5/3).

Menurut Guru Besar Hukum Unisba Bandung ini, kesadaran hukum merupakan cara pandang masyarakat terhadap hukum itu, apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan terhadap hukum, serta penghormatan terhadap hak-hak orang lain. Ini berarti bahwa dalam kesadaran hukum mengandung sikap toleransi.

“ Pada prinsipnya, hukum merupakan kaedah yang berfungsi  untuk melindungi kepentingan manusia” ungkap Prof. Edi.

Pada hakekatnya, lanjut Edi Setiadi, kesadaran hukum masyarakat tidak lain merupakan pandangan-pandangan yang hidup dalam masyarakat tentang apa hukum itu. Pandangan-pandangan yang hidup di dalam masyarakat bukanlah semata-mata hanya merupakan produk pertimbangan-pertimbangan menurut akal saja, akan tetapi berkembang di bawah pengaruh beberapa faktor seperti agama, ekonomi poliitik dan sebagainya.

“Sebagai pandangan hidup di dalam masyarakat maka tidak bersifat perorangan atau subjektif, akan tetapi merupakan resultante dari kesadaran hukum yang bersifat subjektif” katanya seraya mengajak masyarakat untuk selalu taat hukum.

Sementara itu, menambahkan pernyataan Prof. Edi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Cirebon, H. Mustofa, SH menandaskan, dalam melaksanakan hak akan hukum kita dibatasi oleh hak orang lain terhadap hukum itu. Dengan demikian, lanjut Jimus (sapaan akrab H. Mustofa, SH), dalam kesadaran hukum menganut sikap toleransi.
“Setiap kita, harus menghormati dan memperhatikan kepentingan orang lain” tegas Jimus.

Dialog hukum yang dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 ini berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias mengikutinya hingga akhir. Berbagai pertanyaan pun bermunculan. Dan, dengan kepakaran Prof. Edi, mereka terlihat puas mendapatkan jawaban-jawaban pakar hukum berpenampilan kalem ini.  ** (suy/media centre)

Berita Terkait

Author: DPD PDI PERJUANGAN JABAR

SITUS RESMI DPD PDI PERJUANGAN JAWA BARAT

Leave a Reply